Sabtu, 25 Desember 2010

Pencinta Alam dan Aktivitasnya

Kegiatan seorang pecinta alam tidak terpisahkan dari lingkungan karena sebagian besar atau bahkan seluruh kegiatan pecinta alam berkaitan dengan lingkungan baik itu lingkungan hutan, gunung, gua, sungai, tebing dan lain-lain. Kegiatan tersebut merupakan wujud kedekatan seseorang dengan alam yang dicintainya.


Kegiatan kepecintaalaman tersebut pada masa sekarang ini merupakan suatu kegiatan yang cukup populer sehingga banyak orang yang ikut serta dan turut menggemarinya. Akan tetapi sekedar gemar saja tidak cukup. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kejadian semakin rusaknya alam akibat dari kegiatan yang mengatasnamakan kecintaannya terhadap alam dan juga terjadinya peristiwa-peristiwa kecelakaan pada saat kegiatan tersebut dilaksanakan, seperti misalnya pendakian gunung, penelusuran gua, arung jeram, panjat tebing dan lain-lain.

Kecelakaan ini bukanlah disebabkan alam yang kejam dan tidak terkuasai, tetapi lebih banyak tergantung pada para pecinta alam itu sendiri.

Demikianlah, kecintaalam tidak hanya menuntut minat dan semangat, namun juga yang terpenting adalah pengetahuan tentang alam dan lingkungannya, keter yang berupa perjalanan alam bebas atau ekspedisi tersebut, seorang pecinta alam harus membekali diri. Bekal tersebut berupa:

1.Mental. Seorang pecinta alam harus tabah menghadapi berbagai kesulitan di alam
terbuka tidak mudah putus asa, dan berani. Berani dalam arti sanggup menghadapi
berbagai kesulitan dan tantangan kemudian mengatasinya dengan cara bijaksana dan
benar mengakui keterbatasan kemampuan yang dimilikinya.
2.Teknik hidup alam bebas. Meliputi tali temali, PPPK, Metoda komunikasi, perkemahan
dan bivak, Navigasi Darat, Survival, Mountaineering, Penelusuran Gua, Penelusuran
Sungai dan SAR.
3.Fisik yang memadai. Karena kegiatan kepecintaalaman termasuk olahraga yang cukup
berat dan seringkali tergantung kepada kemampuan fisik, maka setiap pecinta alam
harus memiliki kemampuan fisik yang cukup kuat untuk menghadapi dan melaksanakan
setiap kegiatan tersebut.
4.Etika. Seorang pecinta alam adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kaidah-
kaidah dan hukum-hukum yang berlaku. Dalam setiap tindakan, seorang pecinta alam
diharapkan menghargai kaidah, hukum dan norma masyarakat itu. Demikian sehingga
terdapat kode etik pecinta alam yang akan memberikan pedoman sikap pecinta alam.
5.Kesadaran konservasi. Dengan memiliki bekal ini, seorang pecinta alam seharusnya
sadar bahwa alam bukan hanya untuk dimanfaatkan demi kepentingan pribadi. Tetapi
lebih dari itu, dia dituntut untuk mengutamakan perlindungan dan pelestariannya
Etika Berkelana di Rimba Raya

Lokasi rimba raya yang menjadi sasaran kegiatan berkelana biasanya jauh dari tempat pemukiman. Rimba raya di Indonesia terwujud dalam berbagai bentuk ekosistem. Diantaranya adalah ekosistem hutan pegunungan, hutan berbukit-bukit, hutan dataran rendah, hutan savana, hutan pantai dan hutan tanah gambut. Sebaiknya kita tidak melakanakan perjalanan tanpa tujuan yang jelas dan persiapan perencanaan yang memadai. Agar rencana perjalanan berjalan dengan lancar, selamat dan sukses, terlebih dahulu harus diketahui hal-hal yang boleh dilakukan, hal-hal yang tidak boleh dilakukan, kemungkinan yang akan dihadapi, tindakan pada waktu tersesat, perlengkapan yang harus dibawa dan lain-lain.

Pengelana yang bertanggung jawab tidak akan melakukan:
• Menyalakan api secara tidak dikendalikan yang dapat menyebabkan kebakaran hutan
• Merusak tanda-tanda di lapangan, baik tanda-tanda lalu lintas, tanda larangan dan
penjelasan tentang obyek-obyek
• Tidak merusak sarana dan prasarana wisata yang ada
• Tidak mengganggu unsur-unsur habitat dan satwa khas yang ada
• Tidak melakukan keisengan-keisengan yang dapat menyusahkan/mencelakakan orang lain
(memasang petasan, jebakan dan lain-lain)
• Tidak membuat corat-coret pada pohon-pohon dan batu-batuan
• Menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang kurang terpuji (menurut norma
agama dan adat istiadat)
• Tidak membuang sampah sembarangan, sedapat mungkin dibawa pulang
• Tidak melakukan perburuan satwa, apalagi yang dilindungi
• Tidak merusak tumbuhan dan batuan dengan coretan cat atau menorehnya dengan pisau
• Kurangi sedapat mungkin penebangan/pemotongan pohon dan belukar
• Pada keadaan darurat (tersesat, kecelakaan, perbekalan habis, dan lain-lain)
jangan panik. Lakukan prosedur-prosedur yang diperlukan dan cari pertolongan
secepatnya

Etika dalam Mendaki Gunung


Ketika anda memutuskan untuk melakukan perjalanan menuju sebuah gunung, tentu anda seharusnya mempersiapkan segala sesuatunya secara matang, baik personil, logistik, perlengkapan maupun pengetahuan medan.

Ketika anda merencanakan untuk menaiki sebuah gunung yang cukup sulit, tentu anda juga akan menyiapkan tim yang ideal dan solid menurut anda, dan anda tahu betul kemampuannya. Perbekalan dan peralatan yang cukup juga situasi medan dan route yang akan anda lalui, kemudian anda siap untuk melakukan perjalanan.

Bahaya tentu saja akan selalu ada baik itu dari anda dan tim anda yang menyangkut kesiapan perlengkapan dan peralatan tim maupun pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki tim dalam melakukan perjalanan. Bahaya dari luar akan selalu ada, tergantung kesiapan tim dan kesolidan tim dalam menghadapinya.

Mental akan sangat berpengaruh dalam perjalanan anda. Sejauh mana kemampuan leader dalam memimpin tim dan respect tim terhadap leader dengan segala keputusannya. Bagaimana sesama anggota tim saling mendukung dan membantu satu sama lain.

Demi keselamatan pengunjung dan kelestarian alam, pendaki hendaknya mematuhi kewajiban sebagai berikut:
1. Sebelum melakukan pendakian, calon pendaki diwajibkan melapor ke pos jaga
terkahir, untuk dilihat apakah persyaratan pendakian telah dipenuhi atau belum
2. Pendaki juga diwajibkan melapor ke perangkat desa (terakhir) di rute perjalanan
3. Setelah pendakian, pendaki diwajibkan lapor ke pemberi ijin, untuk memastikan ada
tidaknya pendaki yang telambat turun
4. Pendaki diwajibkan memperhatikan kebiasaan dan adat istiadat setempat (pakaian,
hal-hal yang ditabukan dan lain-lain)
5. Bila terjadi musibah agar segera ke pos kehutanan dan atau aparat pemerintah
setempat
6. Yakinkan bahwa bekas api unggun telah benar-benar padam sebelum ditinggalkan
7. Pendaki agar mempunyai asuransi kecelakaan diri
8. Larangan

Untuk berhasilnya suatu pendakian, agar diperhatikan larangan-larangan sebagai berikut:
• Dilarang keras membawa obor sebagai alat penerangan (pada pendakian malam hari),
agar tercegah kebakaran. Sebagai gantinya dapat digunakan senter
• Dilarang membuang benda yang mengandung api (misalnya puntung rokok) selama
pendakian
• Dilarang mempergunakan kayu untuk keperluan apapun (api unggun, masak, tongkat)
• Dilarang mengambil tumbuhan dan binatang, telur atau sarang apapun, terutama bila
gunung yang didaki termasuk kawasan konservasi (cagar alam, taman nasional)
• Dilarang membuat kegaduhan (berbicara keras, membunyikan alat musik) yang dapat
mengganggu kehidupan satwa dan pendaki lain
• Dilarang membuang sampah apapun (kertas, plastik, kaleng). Benda-benda tersebut
harus diangkut kembali ke bawah
• Dilarang mencemari lingkungan, termasuk mencoret-coret batu, kulit/akar/daun pohon
• Dilarang melakukan tindakan apapun yang dapat mengganggu keaslian alam.


Artikel ini saya dapatkan di dalam Facebook (Inbox saya). Kiriman dari sesorang melalui Group Para Pendaki Gunung. Semoga bermanfaat bagi kita semua, dan etika-etika yang dijabarkan di atas dapat kita realisasikan secara nyata. Amin.

Demi Alam Lestari untuk Anak-cucu Kita

Jumat, 05 Maret 2010

Foto Pre-Wedding Kawasan Kota Tua

Banyak spot foto pre wedding yang diambil para pasangan dalam undangan adalah kawasan kota tua Jakarta. Museum Fatahillah dan sekitarnya. Spot kedua setelah kota tua adalah Pelabuhan Sunda Kelapa — atau agak bergeser sedikit ke Pantai Indah Kapuk. Secara statistik, kawasan kota tua 68% selalu muncul di undangan pernikahan.

Pasangan pre wedding itu pasti menginginkan sesuatu yang berbeda dengan yang lain dalam sesi foto pre wedding nya. Ketika spot yang diambil adalah kota tua dengan busana kebaya/jas/dasi, kesan berbedanya akan langsung hilang seketika.

Ini adalah tantangan buat fotografer pre wedding untuk mencari ide dan konsep yang orisinil, di luar batas mainstream bagaimana seharusnya foto prewedding dibuat. Masih banyak ide dan konsep yang belum dieksplorasi. Eksplorasi ide bisa diawali dari pemilihan tempat yang berbeda, di luar kebiasaan seperti Kota Tua, Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pantai Indah Kapuk, atau Kebun Raya Bogor. Mungkin hasil pre wedding foto agak berbeda ketika tempatnya berbeda, misalnya prewedding foto di tengah kemacetan Pasar Tanah Abang, di antara hiruk pikuk pasar ikan Muara Karang, atau semacam itu.

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Jalur Pendakian Ditutup Total


Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Jalur Pendakian Ditutup Total

Kamis, 04 Maret 2010 14:05:40 WIB
Reporter : Hari Istiawan

Malang (beritajatim.com) - Aktivitas Gunung Semeru yang mengalami peningkatan membuat jalur pendakian ke Gunung Tertinggi di Pulau Jawa ini ditutup total. Penutupan total jalur pendakian ini dilakukan hingga akhir Bulan Maret 2010.

"Nanti kalau sudah dibuka kembali akan kita umumkan," kata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Novaelina saat dihubungi beritajatim.com, Kamis (4/3/2010).

Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Peningkatan aktifitas Gunung Semeru ini terjadi sejak bulan 25 Februari 2010 dengan adanya 41 kejadian hembusan asap dengan ketinggian mencapai 50-200 meter. Selain itu, guguran lava pijar juga terjadi yang mengarah ke Besuk Kembar.

Nova menjelaskan, sampai sejauh ini masih belum ada rekomendasi dari PVMBG Bandung untuk membuka jalur pendakian ke Gunung Semeru sehingga jalur pendakianmasih ditutup total.

Warga yang bermukim di sekitar lereng Gunung Semeru dihimbau untuk tidak melakukan aktifitas sejauh 4 kilometer dari Puncak mahameru seperti warga Desa Pronojiwo dan Desa Supit Urang. [har/kun]

Selasa, 02 Maret 2010

Petunjuk Bantuan untuk Hari Hiking

Baru mulai di luar ruangan?
Bahkan ahli pejalan kaki menikmati hari kenaikan dari waktu ke waktu-mulai dari beberapa jam sampai sehari penuh pada medan ringan hingga sedang.
Dayhiking dapat menjadi salah satu yang paling mudah dan cepat cara bermanfaat untuk Anda dan keluarga Anda untuk menikmati waktu Anda di negara bagian atau taman nasional dan banyak lainnya locales luar, terutama jika Anda mengikuti petunjuk sederhana ini:

Memperkenalkan diri dengan daerah dan jejak di masa depan sehingga Anda dapat mengatur jadwal yang masuk akal. Banyak buku panduan memberikan waktu perkiraan untuk trails.

Untuk menyimpan bahan bakar dan menghindari gangguan mobil bolak-balik, rencana kenaikan yang dimulai dan berakhir di area parkir yang sama.

Membawa lebih banyak air dari yang Anda pikir Anda akan perlu, sebanyak yang Anda bisa dengan nyaman bawa. Mengisi kantin Anda sebelum Anda pergi. Sumber air pedalaman tidak dapat diprediksikan.

Membawa lebih banyak makanan daripada yang menurut Anda akan butuhkan. Lebih baik untuk membawa pulang makanan tambahan dengan Anda daripada kelaparan di jalan. Menyimpan pakaian dan makanan dalam karung warna berbeda dalam paket Anda sehingga Anda dapat menemukannya dengan mudah.
Masukkan item yang paling sering Anda butuhkan, seperti botol air Anda, buku panduan atau jaket, di bagian atas paket anda.

Cuaca di jalan dapat berubah dengan cepat, terutama di pegunungan.
Lapisan pakaian Anda, dan bersiaplah untuk cuaca buruk.
Jika Anda berkendara ke daerah-daerah terpencil, pastikan kendaraan Anda dalam menjalankan baik ketertiban dan tutup tangki bahan bakar Anda.

Mulailah lambat untuk menghindari kelelahan setengah jalan melalui kenaikan. Ambil waktu istirahat.
Biarkan paling lambat anggota grup Anda mengatur kecepatan. Jika tingkat keterampilan secara dramatis berbeda, istirahat dalam kelompok-kelompok dan bertemu di lokasi yang telah disepakati.

Praktek rendah dampak hiking. Melaksanakan apa pun yang Anda pak dalam sehingga orang lain dapat menikmati lingkungan juga.

Untuk meningkatkan kesempatan Anda melihat satwa liar, memilih jalan yang jarang dilalui dan mulai berjalan kaki Anda di pagi hari. (Bila Anda memilih jalan yang jarang dilalui, Anda juga membantu mengurangi erosi pada yang berlebihan.)

Tinggalkan rencana perjalanan Anda dengan seseorang yang Anda percaya, dan check-in dengan mereka ketika Anda kembali.

CARA PENGGUNAAN KOMPAS

Menggunakan kompas sendirian

Ini adalah pelajaran yang sangat mudah, dan saya akan berkata, tidak cukup bagi mereka yang ingin bepergian dengan aman di daerah asing.
Hal pertama yang Anda perlukan untuk belajar, adalah arah.
Utara, Selatan, Timur dan Barat. Lihat sosok dan belajar bagaimana mereka.
Utara adalah yang paling penting.

Ada beberapa jenis kompas, satu jenis untuk melampirkan ke peta, satu jenis untuk melampirkan ibu jari Anda. Jempol-kompas digunakan kebanyakan oleh orienteers yang hanya ingin berlari cepat, dan ini adalah jenis kompas saya biasanya menggunakan.
Tapi tidak dalam tutorial ini. Saya akan merekomendasikan jenis ketiga kompas.

Mari kita melihatnya:

Anda melihat panah merah dan hitam? Kami menyebutnya jarum kompas. Yah, pada beberapa kompas mungkin akan merah dan putih misalnya, tetapi intinya adalah, bagian merah itu selalu menunjuk ke arah magnet bumi kutub utara. Mengerti? Itu dasarnya apa yang perlu Anda ketahui. Itu sesederhana itu.